Mengenang salah satu tokoh pergerakan, yang dulunya adalah mahasiwa teknik sipil di Technische Hoge School ( Sekarang Institut Teknologi Bandung ), Ir. Sukarno.
Dan pada usia 25 tahun Ir. Sukarno mendirikan Algemeene Studie Club yang kemudian menjadi pergerakan yang lebih besar.
Pergerakan yang besar tersebut berawal dari “klub belajar”.
————
26 Desember 2004-26 Desember 2015, hampir 11 tahun bencana Tsunami telah berlalu. Banyak yang sudah kita pelajari, banyak juga yang sudah kita lupakan. Bukan maksud apa-apa, tapi misalnya tanggal 26 Desember 2015 terjadi gempa 9,4 SR berpusat di Banda Aceh dan terjadi tsunami sangat dahsyat, apakah dampaknya akan sama seperti 11 tahun yang lalu jika kondisi masyarakat pemerintah, akademisi, tata ruangnya seperti sekarng ini ? Ya, Daerah kita memang menjadi daerah yang rawan bencana. Tidak hanya gempa yang beberapa hari lalu sampai kemarin kita rasakan, banjir, longsong, dan bencana lain bukan hal yang jarang terdengar di Aceh.
————

Mari belajar bersama, karena belajar menurut saya juga berjuang.
Seperti tulisan pada foto yang saya ambil dari web guru saya Darman Reubee, www.darmanreubee.com.
“Beladjar sambil berdjoeang, berdjoeang sambil beladjar”
Selamat Hari Pahlawan.
*Setau saya menjelang akhir hayat Bung Karno meminta agar namanya dituliskan dengan ejaan “Sukarno”.