Hai adik-adik

Apakah kamu menikmati kuliahmu ? Lebih detilnya apakah kamu antusias mengukuti kuliah-kuliahmu ? Apakah kamu penasaran dan ingin mencari tau lebih banyak tentang materi-materi yang diberikan oleh dosen di kelas ? Kalian tau apa yang dapat menjadikan orang menjadi pandai ? karena dia belajar. Kenapa orang-orang mau belajar ? mungkin karena di suruh oleh orang tua, mungkin karena ingin mendapatkan nilai tinggi, atau rasa ingin tau yang tinggi. Jadi salah satu faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap kepandaian seseorang adalah rasa penasaran. Jadi apakah kalian tertarik dan penasaran dengan materi-materi kuliah yang diajarkan dijurusan kuliah mu ? Silakan dijawab masing-masing.

Adik-adik yang baik hatinya, taukah kalian bagaimana kondisi sarjana-sarjana muda saat ini di Indonesia ? Banyak sekali pengangguran di negara kita.

Adik-adik yang tidak saya sayangi (mungkin kalau udah kenal, akan sayang), di negara kita hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan karakter sangat sedikit diajarkan di institusi pendidikan resmi pemerintahan. Jadi saya berharap adik-adik mau belajar mandiri tentang hal-hal yang saya rasa akan berpengaruh untuk adik-adik setelah lulus kuliah nanti. Target tulisan saya adalah mahasiswa semester awal, jadi mari kita bahas dengan bahasa yang sederhana, dengan sama sekali tidak ada niatan untuk menggurui.

  1. Adab. Apakah kalian sudah jarang mendengar kata-kata “adab” ? sama, saya juga sudah sangat jarang. Tidak tau kenapa. Tetapi kata ini mencakup hal yang sangat luas.
  2. Make a plan ! Buat perencanaan yang matang dan mendetil. Kamu deskripsikan dengan mendetil apa yang kamu mau, kamu kejar itu ! Ini menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi saya, saya berharap bagi kalian juga. Jangan sampai kalian tidak punya tujuan diri sendiri. Mari membuat analogi, ada dua mahasiswa namanya Andi dan Budi. Andi sedang duduk sendirian termenung di pinggir jalan.  Budi di seberang jalan sedang menunggu bis angkutan umum. seett.. Lewat mobil mewah milik ayahnya temen Andi, dan berkata pada Andi “Ndi, kok sendirian ? jalan yok”. Tanpa berpikir panjang, dengan sumringah Andi mengangguk dan memberi kode mengajak Budi yang berada di seberang jalan untuk ikut bersamanya. Budi merespon, menggeleng tanpa ragu. Di dalam mobil, Andi cukup menikmati pemandangan, bercanda dengan teman-temannya dan sesekali berhenti, hanya untuk mengambuil foto pemandangan atau berselfie ria. Sampai akhirnya malam tiba, dan Andi tersadar, tujuan perjalanan temannya adalah kampung halaman. Tujuan dari temannya, sama sekali bukan tujuan dari Andi. Dan ia menyesal sudah ikut dalam rombongan. Karakter Andi mewakili banyak mahasiswa yang hanya ikut-ikutan tanpa tujuan yang pasti. Ada mahasiswa yang mengikuti beragam jenis kegiatan, terlibat dalam berbagai macam kegiatan, hadir dan aktif dalam berbagai macam forum diskusi, tetapi target pribadinya tidak jelas dan tidak mempunyai skala priorotas, hanya ikut-ikutan. Hati-hati, jangan terbawa arus, arus tujuan orang lain. Silakan terlibat di banyak kegiatan, asal punya target dan tujuan yang jelas.
  3. Percaya diri. Banyak orang sukses, mereka percaya pada diri mereka. Mereka muncul ke permukaan, karena mereka tidak hanya menunggu, tapi mereka percaya bahwa mereka akan mampu.
  4.  Empati
  5. Critical Thinking
  6. Kemampuan berkomunikasi. Pada poin ini, awalnya saya menulis “publik speaking“, tapi saya menghapusnya dan ingin memberikan gambaran tentang kemampuan berkomunikasi yang lebih luas. Disamping public speaking, silakan pelajari mengenai diksi (pemilihan kata), story telling, gestur dan lainnya. Termasuk seni menyampaikan pendapat yang berbeda dengan pendapat lawan bicara. Saya rasa cuma sebagian kecil sarjana muda yang mempunyai skil ini.
  7. Menulis. Banyak mahasiswa jaman sekarang, malas membaca. Nah, apalagi menulis. Tau ngak, kemampuan menulis yang lihai, bisa menjadi salah satu alat personal branding yang cukup efektif dan efisien.
  8. Membaca
  9. Bersikap proposional. Di kampus ada beberapa kelompok manusia, ada dosen, senior, mahasiswa angkatan tua, pegawai administrasi, pegawai keamanan, penjaga kantin dan sebagainnya. Bersikaplah proporsional saja. Jika dengan senior, hormati dia. Tetapi jangan sekali-kali mau didikte untuk melakukan hal-hal yang konyol atau aneh. Kalian manusia dewasa, seutuhnya. Ada kelompok lainnya yang cukup dominan, yaitu dosen-dosen. Bersikaplah proporsional, hargai dan hormati dosen yang telah memberikan ilmu-ilmu baru, tapi jangan terlalu merendahkan diri kalian. Misal ni, contoh aja. Andi mengirimkan sms kepada seorang dosen untuk menanyakan jadwal kuliah.
    “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Mohon maaf Pak kalau saya mengganggu waktu bapak. Saya Andi mahasiswa ilmu politik semester 1, kalau boleh saya mau tanyak pak. Apakah bapak bisa memberikan kuliah hari ini untuk mata kuliah pengantar ilmu politik ? karena mahasiswa sudah menunggu di ruangan kelas pak. Mohon maaf apabila ada salah salah kata. Atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih banyak pak. Mohon maaf apabila mengganggu bapak.
    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”
    Setelh 1 jam berlalu, dosen Andi pun membalas:
    “sy tdk mask”.
  10. Open minded
  11. Inisiatif

 

Setelah berusaha dengan maksimal, berdoa dan berserah dirilah kepada Allah Swt. wahai adik-adik yang baik, mudah-mudahan kalian tidak menjadi bagian dari orang-orang yang stres.

Jika masih ada yang ingin tau lebih dalam dan spesifik per poinnya, (misalnya “bang, dari mana saya bisa belajar berpikir kritis atau bagaimana caranya mengasah kemampuan berkomunikasi bang ?”). Silakan komentar di kolom komentar ya. Nanti kita bahas sama-sama persatu poin.